Puisi
SAJAK YANG HILANG
oleh: Heri Wijaya
Muncul seketika bukan karena siapa, apa atau bagaimana
Disudut itu bukan sekedar dinding menjadi saksi bisu
Banyak manusia lalu Lalang menyaksikan
Menyedihkan
Memalukan
Membingungkan
Apakah sadar?
Rasanya ingin menjerit menyaksikan kebisingan yang bercampur keheningan ini
Sakit. Stop hentikan
Pergi jangan meminta kembali
Ah!
Sekali lagi memang soal rasa
Salah? TIDAK!!!
Ruang yang berbeda memang selalu memunculkan rasa
Jangan mengutuk diri
Jangan menyangkal
Hisap, nikmati, keluarkan
Sedikit berbeda dan selalu menyelimuti
Sekian detik hukum ruang dan waktu hilang begitu saja
Titik itu menjadi pijakan
Gelap dengan warna putih yang menyelimuti
Tolong lepaskan jangan semakin menjauh lagi
Fadlun Minalloh, 20 November 2021